#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!

#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!


Gerhana matahari baru saja melintas di Indonesia pada tanggal 9 Maret 2016. Peristiwa ini amat sangat langka dan Indonesia adalah satu-satunya negara yang dilintasi gerhana matahari di tahun 2016 ini. 

Walaupun hanya beberapa wilayah yang dilintasi gerhana matahari total, tapi seluruh warga Indonesia bahkan dunia tetap antusias untuk ikut menjadi saksi. Fenomena langka ini sukses menyita perhatian wisatawan dunia dan para science enthusiast untuk mengunjungi titik-titk daerah yang dilintasi gerhana matahari total. Sungguh daya tarik wisata yang diciptakan oleh Tuhan. 

#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!
Credit Foto oleh: Ojo Bala - EPA
Gerhana matahari yang terjadi di Indonesia juga sarat dengan ritual keagamaan. Di Yogyakarta contohnya, walaupun tidak dilintasi gerhana matahari total, masyarakat muslim pada pagi hari itu tetap berkumpul di Tugu Yogyakarta untuk melaksanakan ibadah solat gerhana. Di Yogyakarta sendiri juga terkena paparan redup kehitaman gerhana matahari selama beberapa detik sebelum akhirnya kembali cerah.

#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!
Credit Foto oleh: jogjastudent.com
9 Maret juga bertepatan dengan hari raya nyepi bagi umat hindu. Di Bali sendiri perayaan nyepi menjadi sangat istimewa dengan munculnya gerhana matahari. Karena menurut kepercayaan hindu, matahari sendiri adalah tempat bersemayamnya Dewa Surya. Maka dengan adanya momen langka ini, masyarakat hindu tetap melaksanakan Tapa Brata Yoga Semadi agar mendapat anugerah yang belum tentu di tahun-tahun mendatang akan terjadi lagi.

#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!
Credit Foto oleh: bisniswisata.co.id

Berbeda dengan di Palembang yang wilayahnya dilintasi gerhana matahari total. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah kota Palembang langsung mengadakan festival besar-besaran dengan menutup akses jalan di Jembatan Ampera selama 12 jam untuk menyambut peristiwa astronomi yang sangat langka ini.

#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!
Credit Foto oleh: Kaganga.com
#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!
Credit Foto oleh: tempo.co
#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!
Credit Foto oleh: suzannita.com
Selain diuntungkan dengan dilintasi gerhana matahari total, festival yang digelar di Palembang juga diwarnai dengan acara-acara seru seperti pertunjukan Barongsai sepanjang 30 meter, tour edukasi, lapak kuliner hingga festival lomba fotografi tingkat international.

Balikpapan pun juga memberi sambutan meriah dengan munculnya gerhana matahari total. Hal ini terlihat ketika kontak gerhana pertama yang langsung disambut sorak-sorai warga dan tepuk tangan yang meriah. Kemeriahan semakin berlanjut ketika matahari sabit mulai terbentuk. Puncaknya, ketika seluruh bagian matahari mulai tertutup total oleh bulan hingga memancarkan korona matahari.

#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!
Credit Foto oleh: klikbalikpapan.co

Mitos Gerhana Matahari di Indonesia

Beruntunglah kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki masyarakat dengan kepercayaan dan adat daerah yang sangat beragam. Hal ini yang menjadikan Indonesia menjadi negara yang mempunyai festival dan upacara adat yang berbeda-beda untuk menyambut peristiwa ini.

Menilik sejarah, sebelumnya Indonesia pernah dilewati gerhana matahari total pada 11 Juni 1983. Pada zaman itu tidak ada perayaan atau festival seperti keriaan yang terjadi di tahun 2016 ini. 

Mengulik mitos tradisional yang ada di Indonesia, gerhana matahari sering dihubungkan dengan hal-hal mistis seperti matahari dimakan raksasa, ditelan seekor naga dan juga pertanda akan terjadi bencana alam.

Mitos lainnya ibu yang tengah mengandung, dilarang keluar rumah dan wajib merobek sedikit baju yang sedang ia pakai agar si jabang bayi tidak terlahir dalam kondisi cacat atau memiliki tanda lahir yang besar seperti tembong. Ada juga yang mewajibkan ibu hamil untuk mandi besar pada saat gerhana matahari dan menghindari benda-benda tajam seperti pisau dan gunting demi keselamatan si jabang bayi.

Selain itu di beberapa daerah di pulau Jawa juga ada yang masih melakukan ritual pukul kentongan atau lesung untuk mengusir kegelapan. Padahal sebenarnya tanpa melakukan ritual memukul pun gerhana akan tetap hilang. Proses gerhana matahari biasanya terjadi pada waktu pagi hari selama 2-3 jam dan fase totalnya hanya berlangsung selama 1-3 menit.

#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!


Percaya atau tidak, tapi sampai saat ini mitos-mitos ini memang masih dipercaya oleh beberapa masyarakat yang masih menjunjung tinggi adat daerah dan mematuhi pantangan turun menurun yang disampaikan oleh para pendahulunya. Karena sebenarnya tujuannya juga baik kok, intinya demi keselamatan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Melihat Gerhana Matahari dengan Mata Telanjang Bisa Menyebabkan Kebutaan, Fakta atau Mitos?

Di Indonesia, fenomena gerhana memang tidak bisa lepas dari mitos tradisional maupun mitos moderen yang merujuk ke satu hal yang sama yaitu; gerhana matahari jika dilihat dengan mata telanjang bisa membuat buta!

#WonderfulEclipse - Wonderful Indonesia!
Credit foto oleh: Garry Lotulung - Reuters

Apa jadinya kalau orang-orang zaman dulu yang masih minim pendidikan mendengar kabar semacam itu? Pasti rasanya takut bukan main.

Tidak heran kalau mendengar cerita dari ibu dan bapak waktu gerhana matahari melewati Indonesia di tahun 1983, jalanan sangat sepi, orang-orang bersembunyi di dalam rumah karena takut dan memilih untuk berdoa demi keselamatan. Bahkan hewan ternak dan penghuni kebun binatang pun matanya ditutupi kain agar tidak buta. Tetapi ada juga beberapa orang yang pada masa itu sudah melek ilmu pengetahuan memilih untuk menikmati fenomena alam yang langka ini melalui pantulan air di baskom, tas plastik hitam, maupun klise foto.

Kalau menurut Thomas Djamaluddin Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, cahaya matahari ketika gerhana maupun tidak gerhana sebenarnya sama-sama berbahaya bagi kesehatan mata. Kalau pun terpaksa ingin melihat tanpa pelindung mata, disarankan untuk melihat secara sekilas saja. Jangan terlalu lama terutama pada waktu proses gerhana terjadi. Tapi ketika fase total, justru aman kalau dilihat dengan mata telanjang.

Fenomena gerhana matahari total di tahun 1983 memang sangat menggemparkan masyarakat Indonesia. Karena pada saat itu fenomena astronomi ini ditayangkan langsung di televisi. Di sinilah rumor 'Awas Hati-Hati Gerhana Matahari Bisa Membutakan Mata' mulai menyebar luas dan membekas sampai saat ini.

Berikut cuplikan tayangan jadul berita gerhana matahari oleh TVRI satu-satunya stasiun televisi di Indonesia pada saat itu.


Sangat jauh berbeda dengan zaman sekarang bukan?

Di era digital sekarang ini gerhana matahari semakin bisa dinikmati oleh semua orang walaupun tidak menyaksikan secara langsung. Social media punya peran penting dalam kasus ini. Pasalnya, semua orang bisa melihat dan ikut merasakan euforia yang terjadi di daerah-daerah yang beruntung disinggahi gerhana matahari total.

Para pengguna sosial media pun bisa saling berinteraksi dengan rekannya yang berada di wilayah lain, yang juga sama-sama sedang menyaksikan gerhana matahari maupun tidak. Hal ini terbukti dengan ramainya lini masa di pagi hari itu karena seluruh warga Indonesia sedang berlomba-lomba memamerkan hasil fotonya dan berbagi informasi dengan tagar #WonderfulEclipse. Wonderful Indonesia!