PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt

PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt

Kalo ngobrolin Jogja dan komunitas pasti nggak asing dong sama yang namanya #AllYouCanArt? Minggu, 13 September 2015 kemarin AYCA baru saja menggelar hajatannya yang ke sembilan tahun ini di Rooftop Galeria Mall, guys! Dengan mengangkat tema Pret-a-Porter yang berarti Ready To Wear dalam bahasa Perancis kemudian diplesetkan sedikit menjadi PRET-ART-PORTER.

By the way, yang berbeda dari gelaran AYCA kali ini adalah fashion show yang dikemas dengan sentuhan baru. Mengkolaborasikan para designer muda dengan perupa untuk membuat karya dalam bentuk busana siap pakai.

ELYSIA
PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt

Elysia berarti taman bunga. Kolaborasi yang menggabungkan hasil foto Christian Dwiki yang mengabadikan keindahan flora kemudian dikontraskan dengan signature design oleh Wyne dengan nuansa sporty dan modern.

PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt


CASH FLOW GO WOW!
PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt

Nilai tukar mata uang dunia yang menyita perhatian publik akhir-akhir ini adalah isu yang menarik untuk diangkat. Kapitalisme ini dilambangkan dalam bentuk aneka mata uang; Yen, Euro, dan Dollar yang dirombak sedemikian rupa oleh visual artist Mahaputra Vito dan fashion designer Tia Roten.

PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt
FYI. Itu tas yang dicorat-coret tas Prada~

CARNAL
PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt

Carnal berarti daging dalam bahasa Inggris. Belalang mantis betina menjadi sosok unik yang diangkat oleh Dwi Putra dan BOADICEA. Karya ini menggambarkan kewanitaan tidak selalu tentang kelembutan, tetapi juga kekuatan yang supremasi seperti mantis betina yang selalu mengakhiri ritual kawin dengan memakan sang jantan. DHEG!

PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt


FETECLOPEDIA
PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt

Karya yang menggambarkan sebuah perayaan yang selalu hadir di setiap kehidupan manusia. Perayaan itu sendiri seringkali diartikan dalam sebuah keriaan dan keramaian. Seperti prosesi pawai kerajaan dengan gajah dan penonton yang memenuhi jalanan, keceriaan itu diwujudkan dalam lukisan dan design busana yang playfull dan dekoratif oleh Ilvin Duroriah dan Valentino Febri.


Kolaborasi fashion, visual art, music, dan photography yang sangat ajaib! Pasalnya, alunan musik yang mengiringi fashion show pun dikemas dengan sentuhan berbeda. AYCA mengkolaborasikan musik electric dengan tiupan Brass secara live yang digawangi oleh duo DJ Cut Off Depht dan pasukan Brass oleh Brasszigur. 7 peniup terompet, 1 drummer, 1 rapper, 2 DJ, dan geliat para model sanggup membuat gelaran fashion show ini menjadi tak terlupakan.

PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt

PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt

Empat fashion designer muda Jogja kita ajak berkolaborasi dengan dua visual artist dan dua photographer untuk menghasilkan karya seni yang kemudian ditransfer melalui proses printing menjadi motif kain. Kain-kain ini lalu diolah para fashion designer menjadi koleksi busana yang urban dan wearable sehingga menciptakan koleksi wearable art. Seni yang memiliki daya pakai – ujar Juris selaku project leader AYCA

PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt

PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt
PRET-ART-PORTER: Kolaborasi Ajaib Oleh #AllYouCanArt
Love The Crowd~
Sebelum itu, sorenya panggung AYCA dimeriahkan oleh ILLONA & The Soul Project dan Niskala. Selain fashion show juga ada pameran fotografi oleh Larasati, pameran karya perupa yang terlibat kolaborasi fashion, lapak pengusaha muda Jogja, dan supermodel bazaar. Seperti biasanya, AYCA juga menyediakan booth makan minum gratis namun kali ini bekerjasama dengan Canting Restaurant. 

Hmm.. Nyesel kan kalo kemarin nggak dateng~



credit: photo by Ajiwara & @allyoucanart