Segan! Pesepeda Mencoba Menertibkan Konvoi Harley di Jogja!



Lagi pada rame ngomongin aksi seorang Elanto Wijoyono (32) yang ngeberhentiin rombongan konvoi moge di perempatan Ring Road Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, hari sabtu kemaren (15/8/2015), ya?

Aksi yang awalnya doi lakuin sendiri itu ternyata dapet dukungan dari warga sekitar yang ngrasain hal yang sama dengan apa yang Elanto rasain. Seperti yang doi bilang di www.liputan6.com : "awalnya sendiri lalu ada yang gabung sampai empat atau lima orang dari warga Jogja ikut gabung dan orang lewat juga itu pun juga baru kenal. Pas di situ juga kenalnya."

Segan! Pesepeda Mencoba Menertibkan Konvoi Harley di Jogja!

Doi dibantu Andika (19), dan seorang warga lain yang kemudian ikut gabung sama mereka. Mereka ngelakuin aksi ini bukan tanpa alasan ataupun cuma pengen iseng biar bisa diliput media, lalu terkenal, trus masuk acara TV. Mereka gerah dengan banyaknya pengguna moge yang menuhin Jogja, karena sebagian besar pengguna moge yang dateng kurang mengindahkan rambu lalu lintas yang ada.

Sepeda Elanto pun dijadiin tameng ketika aksi penghadangan mereka berlangsung dan mereka sempet berdebat dengan salah satu peserta konvoi yang turun buat negoisasi dengan Elanto. Dengan mengatasnamakan negara, si berpunya salah satu moge ini ngomong dengan nada yang agak tinggi ke Elanto.

Segan! Pesepeda Mencoba Menertibkan Konvoi Harley di Jogja!

Sebenernya apa yang diminta ama warga gak begitu ribet, warga cuma pengen biar para pengendara moge menaati peraturan lalu lintas yang ada dan nggak bunyiin sirine. As simple as a piece of cake, right? 

Selain suara raungan mesin yang bisingnya minta ampun itu, perilaku arogan mereka yang seenaknya saja di jalan raya juga bisa ngebahayain pengguna jalan lain, dan tentu aja ngerugiin kepentingan orang lain pula. 


Nih, buat yang udah penasaran sama tingkah si Elanto yang heboh itu~



Selain nanya tuh Polwan dibayar berapa, di video tersebut doi juga menyebut soal UU No. 22.



UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Soal lampu merah diatur dalam pasal 1 angka 19 dan pasal 1 angka 8 peraturan pemerintah nomor 79 tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


Dalam pasal 106 ayat 4 huruf c UU tersebut tertulis: setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan alat pemberi isyarat lalu lintas. Sanksi bagi siapa pun yang melanggarnya adalah pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500.000. Hal ini tertuang di pasal 287 ayat 2.

Sedangkan Pasal 59 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang aturan penggunaan rotator dan sirine, dan PP No. 44 Tahun 1993 Tentang Kendaraan dan Pengemudi yang menjelaskan;

Pasal 65
Dilarang memasang lampu pada kendaraan bermotor, kereta gandengan, atau kereta tempelan yang menyinarkan :


  1. cahaya kelap-kelip, selain lampu penunjuk arah dan lampu isyarat peringatan bahaya.
  2. cahaya berwarna merah ke arah depan.
  3. cahaya berwarna putih ke arah belakang kecuali lampu mundur.



Pasal 66
Lampu isyarat berwarna biru hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :

  1. Petugas penegak hukum tertentu.
  2. Dinas pemadam kebakaran.
  3. Penangulangan bencana.
  4. Ambulans.
  5. Unit palang merah.
  6. Mobil jenazah.



Pasal 67
Lampu isyarat berwarna kuning hanya boleh dipasang pada kendaraan bermotor :

  1. Untuk membangun, merawat, atau membersihkan fasilitas umum.
  2. Untuk menderek kendaraan.
  3. Untuk pengangkut bahan berbahaya dan beracun, limbah bahan berbahaya dan beracun, peti kemas dan alat berat.
  4. Yang mempunyai ukuran lebih dari ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk dioperasikan di jalan.
  5. Milik instansi pemerintah yang dipergunakan rangka keamanan barang yang diangkut.


"Polisi mengatur sesuai hitungan lampu, saya yakin itu terjadi di titik warga pantau saja. Artinya yang kita sayangkan aparat polisi baru bergerak setelah adanya aksi dari warga," kata penggiat sepeda ini.

Doi ngaku bakal nglakuin aksi yang sama di beberapa titik di kota Jogja, cuma belum tahu dimana mau nglakuinnya. Yang jelas, jika moge tetep melanggar aturan, disitulah dia akan beraksi. "Mungkin akan ngecek (aksi) lagi cuma lokasi dimana jam berapa belum tahu. Kalau ada info, ya saling kabar saja," tukas Elanto.

Segan! Pesepeda Mencoba Menertibkan Konvoi Harley di Jogja!
Sebenernya kejadian seperti kayak gitu nggak perlu terjadi lagi dikemudian hari. Karena ya memang setiap orang seharusnya mentaati peraturan lalu lintas dong. Nggak cuman moge, mobil, mocil (motor kecil), sepeda, bahkan pejalan kaki pun semua ada aturannya di jalan.
Harapannya buat aparat kepolisian, tolong bersikaplah sebagaimana seorang aparat, jangan pilih kasih, kasih kok pilih-pilih, daripada pilih kasih kan mending pilih kasur, bisa buat tidur, tidur bareng, bareng keluarga, keluarga orang, orang lain, lain negara, negara api, api asmara, yang dahulu pernah membara ~