Lika-Liku Jasa Pengiriman Barang

"Sist, udah hampir seminggu, nih! Paketan belum dateng-dateng gimana sih!" Ucap seorang pembeli di sebuah online store. Pasti semua pedagang online shop pernah dapet pesan semacam ini. Entah via teks maupun lisan. 

Mungkin karena emang lagi marak banget akun-akun online shop yang melakukan tindak penipuan. Jadi, kebanyakan pembeli menjadi was-was dan curiga ketika barang yang dibeli nggak kunjung sampai sesuai estimasi.

Sistem jual beli online, dibayar lewat transfer ATM dan dikirim lewat jasa pengiriman. Jasa pengiriman memakai tenaga kerja seorang kurir untuk mengirim semua paketan yang masuk, sesuai alamat masing-masing yang tertera.

Nah, mungkin aku disini mau ngasih sedikit tips sesuai pengalaman pribadi sebagai seorang pembeli dan penjual online.

1. Sabar


Ketika kamu membeli barang online dan paketan tidak kunjung sampai, bersabarlah. Karena yang mengirim barang adalah manusia. Diperjalanan bisa terjebak macet dan halangan-halangan lain. Beda cerita kalo yang ngirim paketan seorang robot. Tinggal disetrum langsung sampai tujuan tepat waktu. Jadi, bersabarlah. Karena pasti ada ganti rugi dari pihak yang bersangkutan kalo sampai barang yang kamu beli rusak atau hilang. Asal online shop yang kamu pilih jelas, bukan tipu-tipu, segala barang pasti ada garansinya.

2. Kontrol Emosi


Banyak pembeli, beragam karakter. Ada pembeli yang sabar banget, santai, dan ada juga yang gampang emosi. Biasanya pembeli yang gampang emosi sering melampiaskan emosinya kepada si penjual ketika barang tidak kunjung sampai dengan umpatan atau perkataan kasar. Ada juga yang sampai hati minta refund atau balik duit, padahal barang sudah dikirim. Refund sebetulnya hanya berlaku ketika kamu membatalkan pembelian jauh hari sebelum barang dikirim, atau barang yang kamu dapatkan tidak sesuai pesananmu. Rusak, cacat, atau salah. Kasus barang hilang sudah menjadi tanggung jawab jasa pengiriman.

Ketika si pembeli sudah mendapatkan nomor resi pengiriman, si penjual juga tidak punya kuasa penuh. Karena ongkos kirim yang dibayar untuk mengirim barang sudah menjadi tanggung jawab sepenuhnya oleh jasa pengiriman. Jadi, jangan langsung marah-marah kepada si penjual, jadilah pembeli yang pintar, nomor resi pengiriman bisa digunakan untuk memantau status pengiriman barang yang kamu beli. 

Mungkin segitu dulu tips yang aku tulis. Ya, ini berdasarkan pengalaman pribadi aja, sih. Karena emang awal-awal pas aku beli barang online, agak rewel juga. Tapi ketika aku udah mulai menjadi pedagang kaos online, aku tau sendiri gimana rasanya cari pembeli, ngecek stock, ngebungkus barang, ngirim barang, antri, nungguin proses sampe dapet nomor resi. Cukup memakan waktu. Jadi, bersabarlah dan kontrol emosi.

Be smart buyer!

Kalo ada komentar atau cerita lain tentang online shop sesuai pengalamanmu, jangan sungkan untuk berbagi ya! Monggo~